Friday, 06 March 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Trump Ancam Meksiko dengan Kenaikan Tarif 5% Terkait Sengketa Air
Tuesday, 9 December 2025 06:56 WIB | ECONOMY |Ekonomi Global

Presiden Donald Trump pada hari Senin mengancam akan mengenakan tarif tambahan sebesar 5% kepada Meksiko jika negara itu tidak segera menyediakan air tambahan untuk membantu para petani AS. Ia menuduh Meksiko melanggar perjanjian yang mengatur pembagian air antar negara tetangga.

Berdasarkan perjanjian tersebut, Meksiko harus mengirimkan 1,75 juta acre-feet air ke AS dari Rio Grande melalui jaringan bendungan dan waduk yang saling terhubung setiap lima tahun.

Trump mengatakan dalam sebuah unggahan di media sosial bahwa Meksiko "berutang" kepada AS sebesar 800.000 acre-feet air akibat pelanggaran perjanjian tersebut selama lima tahun terakhir.

Ia menuntut Meksiko melepaskan 200.000 acre-feet air sebelum 31 Desember, dan lebih banyak lagi "segera setelahnya."

Trump mengatakan bahwa kekurangan air telah merugikan tanaman dan ternak di Texas.

"Sampai saat ini, Meksiko tidak merespons, dan ini sangat tidak adil bagi para petani AS yang berhak mendapatkan air yang sangat dibutuhkan ini," kata Trump. "Itulah sebabnya saya telah mengesahkan dokumen untuk mengenakan Tarif 5% kepada Meksiko jika air ini tidak dilepaskan, SEGERA."

Seorang juru bicara Kementerian Ekonomi Meksiko tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Pada bulan April, Menteri Pertanian AS Brooke Rollins mengatakan bahwa Meksiko telah setuju untuk meningkatkan pengiriman airnya ke Texas untuk membantu menutupi kekurangan air berdasarkan perjanjian tahun 1944.

Meksiko berargumen bahwa kondisi kekeringan yang terjadi telah membebani sumber daya air negara tersebut.(Cay)

Sumber: Investing.com

RELATED NEWS
Ketegangan Baru Rusia dan Amerika...
Thursday, 8 January 2026 23:29 WIB

Ketegangan baru antara Amerika Serikat dan Rusia kembali mencuat setelah insiden yang melibatkan kapal tanker minyak, memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan arus pasokan energi global. La...

Klaim Pengangguran Naik, Pasar Siaga Jelang NFP...
Thursday, 8 January 2026 20:39 WIB

Menurut laporan dari Departemen Tenaga Kerja AS (DOL) yang dirilis pada hari Kamis, jumlah warga AS yang mengajukan permohonan baru untuk asuransi pengangguran naik menjadi 208 ribu untuk pekan yang b...

Isu Pengambilalihan Greenland oleh AS Picu Kekhawatiran, Benarkah NATO Terancam Pecah....
Wednesday, 7 January 2026 23:41 WIB

Isu geopolitik kembali memanas setelah muncul pernyataan dan sinyal politik dari Amerika Serikat yang memicu spekulasi mengenai kemungkinan langkah AS untuk mengambil alih Greenland. Meski belum ada t...

Pekerjaan Swasta AS Hanya Naik 41K, Di Bawah Estimasi...
Wednesday, 7 January 2026 20:28 WIB

Tingkat pekerjaan swasta dalam laporan ADP naik lebih rendah dari yang diperkirakan para ekonom pada bulan Desember. Tingkat pekerjaan swasta naik 41.000 (estimasi +50.000) pada bulan Desember diband...

Mineral Greenland Atau Faktor keamanan Alasan Diam-Diam di Balik Ambisi AS...
Wednesday, 7 January 2026 06:27 WIB

Greenland bukan hanya soal lokasi strategis, tapi juga gudang mineral penting dunia. Pulau ini menyimpan cadangan besar rare earth elements (REE) atau mineral tanah jarang yang sangat dibutuhkan untuk...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS